Israel kembali berulah. Sejumlah aparat polisi Israel menyerang kaum muda palestina yang berusaha melindungi masjidil aqsa dari serangan brutal para pemukim yahudi yang hendak merusak situs suci umat islam ini. Hal ini dipicu kegiatan keagamaan sejumlah pemukin yahudi fanatik yang mengambil lokasi di masjidil aqsa. Tindakan sepihak mereka dilindungi oleh aparat militerIsrael. Mereka memaksa masuk ke kawasan suci umat islam ini dengan perlindungan militerIsrael. Melihat hal ini, kaum muslimin yang tinggal di masjid al-aqsa berusaha melawan. Tapi perlawanan ini tidak seimbang, karena para pemuda yang hanya bersenjatakan batu dan ketapel harus berhadapan dengan senapan mesin dan gas air mata tentara israel. Hal ini berlangsung sampai beberapa hari. Bahkan tentara israel sengaja memadamkan listrik di dalam kompleks masjid al-aqsa untuk mengusir kaum muslimin yang bertahan disana untuk melawan setiap serangan yahudi israel atas masjid suci ini.

 

Kejadian ini bukanlah yang pertama terjadi di bumi palestina. Tanah suci kaum muslimin setelah masjid al-haram dan masjid nabawi, tempat mi’raj nabi SAW untuk bertemu Allah di Sidratul Muntaha, serta tanah kelahiran para nabi dan rasul sebelum nabi Muhammad SAW. Semenjak bumi palestina di duduki israel, maka dengan mudah yahudi-yahudi terkutuk ini menistakan kehormatan al-aqsa. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan genocide (pemebersihan etnis) terhadap umat islam disana. Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana militer israel meluluh lanatakkan gaza. Mereka memborbadir kawasan sipil di jalur gaza yang dikuasi oleh hamas dengan ribuan ton bom curah dan napalm, yang menghancurkan 60% bangunan sipil dan menewaskan ribuan orang yang tidak berdosa. Dan anehnya, dunia international dalam hal ini Barat diam seribu bahasa. Padahal mereka paling lantang berteriak ketika ada pelanggaran HAM terjadi di belahan bumi manapun, kecuali kalau yang menjadi korban adalah umat islam di palestina. Terutama Amerika, kampiun demokrasi ini sama sekali tidak mengeluarkan kecaman apapun untuk menghentikan kebiadaban dan kebrutalan israel atas rakyat sipil tak berdosa di jalur gaza. Bahkan obama, yang di klaim punya kedekatan historis dengan Islam karena ayahnya seorang muslim, tidak mengucapkan sepatah kata apapun terkait genocide yang dilakukan israel di jalur gaza.

Ironi memang, sampai kapan kaum muslimin di bumi palestina terus menderita ? sampai kapan masjid suci al-quds dinistakan kehormatannya oleh yahudi-yahudi israel ? sampai kapan umat islam diam seribu bahasa melihat saudara mereka dibantai dengan kejam ? dan sampai kapan kita membiarkan para penguasa muslim ini menjadi sekutu amerika dan israel terus berkuasa dan meneror umat mereka sendiri ? jawabnya adalah di tangan umat islam itu sendiri. Kalau mereka sadar bahwa keterpecah belahan mereka adalah sumber dari malapetaka ini. Maka tidak ada jalan lain, kecuali mereka harus bersatu. Tapi persatuan seperti apa yang mereka butuhkan ? tentu bukan dengan persatuan diatas asas nasioanalisme sempit, tapi harus dengan ikatan aqidah Islam. Dan itu hanya bisa terwujud dengan menegakkan daulah khilafah Islammiyah. Dengan khilafah kaum muslimin akan kembali bersatu dengan mengenyahkan semua ikatan primordial seperti ikatan kesukuan, madzhab dan nasinalisme. Yang selama ini membuat umat ini sulit bersatu. Hanya dengan khilafah semua potensi umat ini dapat di satukan. Hanya dengan khilafah, al-aqsa dan kaum muslimin di palestina akan terbebas dari cengkraman yahudi israel. Hanya dengan khilafah umat ini akan kembali mendapatkan kemuliaannya dengan penerapan syariah islam secara kaffah dalam kehidupan mereka. Tunggu apalagi, wahai kaum muslimin bersegeralah untuk menegakkan Khilafah …….  !!!!!

Duhai Allah, Sungguh telah Kami Sampaikan