Menyedihkan … Mungkin ini kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi para penguasa hari ini. Kasus skandal bank century adalah contoh nyata betapa bobroknya mental para pengelola negeri ini. Ratusan miliar bahkan trilyunan uang rakyat hilang entah kemana. Dan lagi-lagi yang menjadi korban adalah masyarakat yang tidak berdosa, dimana sebagian besar diantara mereka adalah umat Islam. Hal ini kontras dengan sikap para Khalifah di masa kejayaan Islam. Seperti kisah seorang Khalifah besar yang kisah kepemimpinannya di tulis dengan tinta emas dalam buku-buku sejarah. Dia adalah Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

 

Alkisah, Umar bin Abdul Aziz (salah seorang khalifah dari bani Umawiyah), sebelum menjadi khalifah, setiap hari ia mengganti pakaiannya lebih dari satu kali. Ia memiliki harta berupa emas dan perak, pembantu yang banyak dan istana yang megah, makanan dan minuman yang lezat. Segala yang ia inginkan dan harapkan selalu berada dalam genggamannya.

Namun, ketika ia memangku jabatan khalifah dan menjadi penanggung jawab urusan kaum Muslimin, ia meninggalkan semua itu. Sebab, ia selalu teringat malam pertama di dalam kubur. Umar bin Abdul Aziz berdiri di atas mimbar di hari Jumat. Ia kemudian menangis. Ia telah dibaiat oleh umat Islam sebagai seorang pemimpin. Di sekelilingnya terdapat para pemimpin, menteri, ulama, penyair, dan panglima pasukan. Ia berkata, ”Cabutlah pembaiatan kalian!” Mereka menjawab, ”Kami tidak menginginkan selain Anda.” Ia kemudian memutuskan untuk memangku jabatan itu.

Tidak sampai satu minggu kemudian, kondisi tubuhnya sangat lemah dan air mukanya telah berubah. Bahkan, ia tidak mempunyai baju kecuali hanya satu. Orang-orang bertanya kepada istrinya tentang apa yang terjadi pada khalifah. Istrinya menjawab, ”Demi Allah, ia tidak tidur semalaman. Demi Allah ia beranjak ke tempat tidurnya, membolak-balik tubuhnya seolah tidur di atas bara api. Ia mengatakan, ”Aku memangku urusan umat Muhammad SAW, sedangkan pada hari kiamat aku akan dimintai tanggung jawab oleh fakir, miskin, anak-anak yatim, dan para janda.”

Begitulah seharusnya akhlak seorang pemimpin. Karena pemimpin suatu kaum adalah pengabdi (pelayan) mereka (HR Abu Na’im). Apa yang dilakukan Umar bin Abdul Aziz patut dicontoh dan dijadikan teladan oleh para pemimpin di negeri ini. Rasulullah SAW pernah berkata kepada sahabat janganlah menuntut suatu jabatan. Lalu beliau bersabda, ”Jabatan (kedudukan) pada permulaannya penyesalan, pada pertengahannya kesengsaraan (kekesalan hati), dan pada akhirnya azab pada hari kiamat.” (HR Ath-Thabrani).

Menjaga amanat itu sangat sulit, apalagi amanat kekuasaan. Para penjaga amanah harus siap berhadapan dengan para ‘petualang’ yang memikirkan kepentingan duniawi saja. Namun, seorang muslim yang takut kepada Allah, akan senantiasa memegang kebenaran, meski dimusuhi orang-orang yang merasa kepentingan pribadinya dirugikan. Sebagaimana pesan Rasulullah, bahwa tiada beriman orang yang tidak memegang amanat. Walhasil, kerinduan umat akan kehadiran para pemimpin seperti Umar bin Abdul Aziz tidak terbendung lagi. Hal ini akan segera terwujud dengan tegaknya institusi Negara Khilafah yang mengikuti metode kenabian, yang akan segera berdiri dengan pertolongan Allah dalam waktu dekat …. Wahai saudaraku sudah kah kita berjuang untuk mewujudkannya … !!!!